RISIKO PERSALINAN PREMATUR PADA IBU DENGAN ANEMIA DI RSUD GAMBIRAN

  • ENY SENDRA* Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Keb. Kediri
  • INDAH RAHMANINGTYAS** Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Keb. Kediri
  • ARIKA INDAH SETYARINI*** Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Keb. Kediri
  • DEWI IHVI MAHMUDAH**** Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Keb. Kediri
Abstract views: 141 , PDF downloads: 124

Abstract

Anemia adalah keadaan penurunan kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit dibawah nilai normal. Kondisi anemia pada ibu hamil memberi efek rendahnya suplai nutrisi dan oksigen sehingga sirkulasi uteroplasental menjadi tidak lancar yang mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu. Salah satu akibat yang dapat terjadi adalah persalinan prematur. Pada tahun 2015 terdapat 50 persalinan prematur dan tahun 2016 ada 66.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko persalinan prematur pada ibu dengan anemia di RSUD Gambiran Kota Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan retrospektif. Populasi580 data rekam medik ibu bersalin baik secara normal, buatan, dan tindakan.Sampel yang digunakan 84 data kontrol dan 40 data kasus. Pengumpulan data menggunakan tabel rekapitulasi.Teknik analisis data menggunakan yaitu Odds Ratio (OR). Data disajikan bentuk table dan diagram kemudian dikonfirmasikan bentuk prosentase dan dibahas sesuai dengan teori.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persalinan dengan anemia sebanyak 45 (36%) dan tidak anemia 79 (64%). Untuk persalinan prematur yang mengalami anemia sebanyak 35 (87,5%) dan yang tidak anemia 5 (12,5%). Dari  hasil analisis menggunakan Odds Ratio (OR) dengan hasil hasil OR = 79,286 (CI 95% : 23,565 – 266,764). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa risiko persalinan prematur pada ibu dengan anemia sebesar 79,286 kali dibandingkan dengan ibu yang tidak anemia.

 

Kata kunci :Anemia, Persalinan Prematur

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kementerian Kesehatan RI. 2016. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Manuaba, I.B.G., dkk. 2007. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC

Manuaba, I.B.G., dkk. 2010.Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC

Medforth, Janet dkk. 2010. Kebidanan Oxford. Jakarta : EGC

Prawirohardjo, Sarwono. 2011. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Rukiyah, Ai Yeyeh, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan IV (Patologi Kebidanan). Jakarta : TIM

Anna, Lusia Kus. “Indonesia Urutan Kelima Jumlah Kelahiran Prematur”. <http://lifestyle.kompas.com/read/2015/04/28/151500923/Indonesia.Urutan.Kelima.Jumlah.Kelahiran.Prematur> diakses tanggal 4 Mei 2017 jam 14.20 WIB

BKKBN. 2015. Dua Anak Cukup Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Tahun 2015, (Online), (www.slideplayer.info, diakses tanggal 21 Januari 2016. Jam 10.15 WIB)

Published
2020-02-02
How to Cite
SENDRA*, E., RAHMANINGTYAS**, I., SETYARINI***, A. I., & MAHMUDAH****, D. I. (2020). RISIKO PERSALINAN PREMATUR PADA IBU DENGAN ANEMIA DI RSUD GAMBIRAN. JuKe (Jurnal Kesehatan), 3(1). Retrieved from https://jurnal.stikesganeshahusada.ac.id/index.php/juke/article/view/129
Section
Research