GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG IKTERUS FISIOLOGIS DI BPS NY. SRI PURWENI MRICAN KOTA KEDIRI

  • NUR MUSRIAH STIKes Ganesha Husada
Abstract views: 293 , PDF downloads: 580

Abstract

Warna kuning (ikterus) pada bayi baru lahir terjadi akibat akumulasi bilirubin yang berlebihan dalam darah dan jaringan. Jika kadar bilirubin indirek ini terlalu tinggi dapat merusak sel – sel otak ( kernikterus ). Oleh karena itu perlu diwaspadai agar si bayi tidak terjadi ikterus. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan tanggal 02 September 2016 - 05 September 2016 di BPS Ny. Sri Purweni didapatkan 9 bayi dan ibu post partum yang berkunjung di BPS. Dari jumlah kunjungan ibu post partum yang kurang mengerti tentang ikterus fisiologis pada bayi sebanyak 6 orang atau sebesar 66,67 % dan yang sudah mengerti tentang ikterus fisiologis sebanyak 3 orang atau sebesar 33,33 %. Kemudian bayi yang  menderita ikterus fisiologis sebanyak 4 bayi atau sebesar 44,44 % dan yang tidak menderita sebanyak 5 bayi 55,56 %.  Jadi sebagian besar  kejadian ikterus ini terjadi akibat kurangnya pengetahuan ortu/ ibu mengenei penyebab dan bahaya ikterus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang ikterus fisiologis di BPS Ny. Sri Purweni  Mrican Kota Kediri.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas yang mempunyai bayi usia 1 – 14 hari di BPS Ny. Sri Purweni Mrican Kota Kediri. Sampel dalam penelitian ini diambil dari semua ibu nifas yang mempunyai bayi usia 1 – 14 hari di BPS Ny. Sri Purweni Mrican Kota Kediri yang memenuhi inklusi. Jumlah sampel yang diambil menggunakan teknik accidental sampling sebanyak 12 responden. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 08 Juli 2013 – 13 Juli 2013 dengan alat ukur yang digunakan angket. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan tabulasi frekuensi.

Pada penelitian ini didapatkan pengetahuan responden tentang ikterus fisiologis sebesar 50 % dalam katagori cukup, 33,33 % dalam katagori kurang dan 16,67 % dalam katagori baik. Dari data tersebut diatas pengetahuan ibu nifas tentang ikterus fisiologis yang dominan adalah cukup. Maka dari itu pengetahuan ibu perlu ditingkatkan  lagi dengan cara pemberian informasi salah satunya melalui penyuluhan agar ibu dapat mendeteksi lebih dini dan mencegah terjadinya  ikterus fisiologis sehingga kejadian  ikterus tidak terjadi.

 

Kata Kunci : Pengetahuan, Ikterus Fisiologis

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asrining Surasmi. (2003). Perawatan Bayi Resiko Tinggi. Jakarta : EGC

Dhafinshisyah. (2008). Ragam Terapi Untuk Bayi Kuning. Available from http://dhafinshisyah.multiply.com/rewiews/item/25. accessed on March 8 th , 2016

Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Edisi ketiga

Doenges Marillynn. (2000). Maternal/Newborn Plans of care (2nded), Panggabean, E. (2001) (Alih Bahasa), Jakarta : EGC

Klinikmedis. (2007). Bayi Anda Kuning. Available from http://www.klinikmedis.com/indek.php?. accessed on March 6 th , 2016.

Lyen Kenneth. (1998). Caring for My Baby The First Year (3 th ed), Indrijati, P. (2005). (Alih Bahasa), Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Manuaba Ida Bagus Gde. (1998). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan. Jakarta : EGC

Masmoki. (2007). Bayi Kuning. Available from http://masmoki.wordpress.com/2012/07/01/bayi_kuning/. accessed on March 8 th , 2016

Merenstein Gerrald. (1994). Handbook of Pediatrics (17 th ed), Soegiarto, B. (2001) (Alih Bahasa), Jakarta : Widya Medika

Mula Tarigan. (2008). Asuhan Keperawatan dan aplikasi Discharge Planning Pada Clien. Available from http://www.mail_archive.com.2013 accessed on April 7 th , 2016

Ngastiyah. (2005). Perawatan Anak Sakit. Jakarta : EGC

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika

Risa Etika. (2007). Hiperbilirubinemia Pada Neonatus. Available from http://aap_org/family/joundice fag,htm. accessed on April 9 th , 2016

Rumahzakat. (2007). Bila Bayi Nampak Kuning. Available from http://www.rumahzakat.org/detail_kes.php?id=5. accessed on March 8 th , 2016

Rustam Mochtar. (1998). Sinopsis Obstreti Jilid 1. Jakarta : EGC

Soekidjo Notoatmodjo. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta

. (2003). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan . Jakarta: Rineka Cipta

Sarwono Prawirohardjo. (2002). lmu Kebidanan. Jakarta :YBPSP

Schartz William. (2004). Clinical Handbook of Pediatrics (1 st ed) Susi, N. (2005) (Alih Bahasa), Jakarta: EGC

Sugiyono. (2005). Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfa Beta

Suharsimi Arikunto. (1998). Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Rineka Cipta

Sunarto Prawirohartono. (2007). Ikterus Pada Anak Available from http://medlinux.blogspot.com/2012/09/Ikterus-pada-anak.html. accessed on March 6 th , 2016.

Tabloid-nakita. (2007). Kapan Bayi Kuning Perlu Terapi. Available from http://www.tabloid-nakita.com/artikel.php3?edisi=08392&rubrikl=bayi. accessed on March 8 th , 2016.

Tim Penyusun Pusat Bahasa. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Uha Suliha. (2002). Pendidikan Kesehatan dalam Keperawatan. Jakarta : EGC.

Utami Roesli (2008). Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif. Jakarta :Pustaka Bunda

Published
2017-06-16
How to Cite
MUSRIAH, N. (2017). GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG IKTERUS FISIOLOGIS DI BPS NY. SRI PURWENI MRICAN KOTA KEDIRI. JuKe (Jurnal Kesehatan), 1(1). Retrieved from https://jurnal.stikesganeshahusada.ac.id/index.php/juke/article/view/71
Section
Research